Cara Menjaga Kesehatan dengan kembali ke alam Back to Nature), akan mampu
menyelaraskan kehidupan manusia menjadi sehat dan sejahtera, karena manusia
adalah bagian dari alam itu sendiri.
Di Indonesia, jamu sebagai bagian dari obat herbal yang
secara luas diterima masyarakat dalam rangka salah satu cara menjaga
kesehatannya. Departemen kesehatan pernah melakukan riset pada tahun 2010
mengenai pemanfaatan jamu di Indonesia. Hasilnya 59,12% penduduk Indonesia
pernah mengkonsumsi jamu. Dari jumlah tersebut 95,6% mengakui merasakan
manfaatnya. Cara menjaga kesehatan dengan konsep “back to nature” atau kembali
ke alam, mulai bergaung di tahun
1990-an. Seruan kembali ke a lam ini
juga sering dipahami sebagai anti “bahan kimia”.
Menyelaraskan hidup dengan menjaga kesehatan, bukan hanya tentang obat-obatan atau memanfaatkan bentuk materialnya saja,
yang lebih penting justru, memahami hakikatnya untuk mencegah penyakit dan
merawat kesehatan.
Cara menjaga kesehatan dengan kembali ke alam, adalah cara
menikmati hidup sehat yang sangat mudah:
1. Sayur dan Buah
Cara menjaga kesehatan yang satu ini sudah banyak orang yang
tahu sebenarnya,yaitu menjadikan sayur dan buah sebagai sumber karbohidrat,
padukan bersama lauk pauk yang diolah minimalis, seperti pepes tahu, ikan atau
jamur, dengan tetap memenuhi gizi seimbang.
2. Ritme Biologis
Jika belum percaya diri untuk mengganti beras sebagai sumber karbohidrat,
coba sesuaikan waktu konsumsinya dengan siklus kerja organ pencernaan.
Pada sekitar pukul 4
pagi sampai pukul 12 siang,tubuh fokus pada proses pembuangan. Pukul 12 siang sampai pukul 8 malam fokus pada
proses pencernaan. Sedangkan mulai pukul
8 malam sampai pukul 4
pagi focus pada penyerapan sari-sari makanan.
3. Lupakan gula olahan
Kemampuan tubuh dalam menerima gula sangat terbatas,
lonjakan gula dalam darah secara otomatis akan memerintah tubuh untuk
mengeluarkan hormone insulin. Insuin bertugas menjaga agar gula darah dala
tubuh tetap berada dalam level yang aman. Namun lonjakan gula yang tinggi akan
membuat produksi insulin meroket ketika berusaha menekan kadar gula,dan tubuh
menyimpan hasil olahan dalam hati. Sayangnya daya tamping hati terbatas, jika
mengkonsumsi gula terus-menerus, kadar gula akan berubah menjadi tumpukan
lemak.
4. Susu bukan minuman wajib
Susu merupakan makanan sementara yang di ciptakan Tuhan
untuk manusia, ketika gigi dan system pensernaan belum sempurna. Mulai usia 2
tahun, gigi manusia mulai komplit, enzim-enzim di sepanjang saluran pencernaan
sudah siap, dan organ-organ di dalamnya pun sudah kuat mengkonsumsi makanan
padat. Sebaliknya pada saat yang sama enzim-enzim yang bertugas mencerna susu
sudah tidak bekerja optimal lagi.
5. Minum air putih
Air adalah modal utama untuk membangun sel, mengangkut
oksigen dan mencegah penuaan dini pada sel, mengatur suhu tubuh, menjaga darah
agar tidak mengental, melumasi persendian agar tidak mudah patah. Kurang minum
air putih, membuat fungsi organ menurun.
6. Bergerak
Bergerak adalah hokum alam yang tidak bisa dipisahkan dengan
kehidupan manusia, didalam tubuh kita sendiripun aliran darah, aliran getah
bening, hormone, enzim, cairan otak, impuls saraf semuanya selalu bergerak.
Sistem limfatik tubuh yang berperan besar dalam menjaga system imunitas dan
metabolisme hanya bisa berfungsi kalau kita bergerak dengan baik.
7. Jalan keluarnya ada
di dalam
Saat kita sedang mengalami masalah emosi atau ada aspirasi
secara spiritual yang terhambat, kerja organ dan keseluruhan fungsi tubuh akan
terpengaruh. Kita hanya perlu mengolah keterampilan untuk lebih peka terhadap
isyarat tubuh,mendengarkan suara hati, dan menjembatani tubuh fisik, emosi
serta spiritual menjadi satu kesatuan yang selaras. Caranya bisa melalui meditasi,
yoga, taichi dan menjadikan nilai-nilai ibadah sebagai amalan sehari-hari.